penjelasan gambar Perpustakaan Perguruan Setia Bhakti Kota Tangerang: 959.8 Indonesia
Home Tentang Kami Kontak Kami Data Buku Info PMB

Pencarian Buku

Tampilkan postingan dengan label 959.8 Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 959.8 Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selayang Pandang Papua

No.Klasifikasi : 959.88.1
Penulis : Giyarto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2009
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0549-9

Asmat, sebuah nama yang akan segera membawa kita ke negeri di ujung timur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Asmat dapat berarti banyak. Patungnya, ukirannya, pahatan-nya, perahunya, atau kesederhanaan sebuah komunitas suku di dataran rendah rawa-rawa Provinsi Papua. Sebuah nama yang mampu mewakili 'keeksotisan' provinsi yang berjuluk Mutiara Hitam dan Timur.

Selama ini Provinsi Papua hanya dikenal dari beberapa hal saja. Suku Asmat dengan ukiran patungnya, burung cenderawasih dengan bulu-bulu indahnya, atau Pegunungan Jayawijaya yang menjadi satu-satunya pegunungan bersalju di Indonesia. Padahal, Provinsi Papua bukan hanya itu. Masih banyak lagi yang belum diketahui dari provinsi yang mampu menghasilkan emas nomor dua sedunia ini.

Provinsi Papua adalah kesatuan utuh dari manusia, lingkungan alam, sumber daya alam, kebudayaan, dan semua yang ada di dalamnya. Perlu waktu yang tidak sedikit untuk bisa mengenal semua itu. Namun, jangan khawatir. Ada buku Selayang Pandang Papua yang siap memberikan semua informasi itu. Buku ini menghadirkan Provinsi Papua secara mnyeluruh tetapi ringkas dan sederhana. Sebuah buku yang dapat membuka cakrawala baru tentang Tanah Papua.

Selayang Pandang Papua Barat

No.Klasifikasi : 959.88.1
Penulis : Purwati
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2009
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0107-1

Papua Barat dahulu lebih dikenal dengan sebutan Irian Jaya Barat. Provinsi Papua Barat adalah provinsi ke-31 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran provinsi ini tentunya menambah nuansa baru bagi pembangunan Indonesia. Itu berarti tantangan bagi provinsi ini untuk membuktikan keberadaannya.

Pegunungan Arfak merupakan salah satu bentuk kenam-pakan alam di Provinsi Papua Barat. Pegunungan ini juga merupakan cagar alam, tempat hidup beraneka satwa yang dilindungi. Di samping itu, terdapat pula tiga danau yang cukup terkenal karena keunikannya. Danau-danau tersebut adalah Danau Ayamaru, Anggi Giji, dan Anggi Gita. Tidak ketinggalam potensi minyak dan gas alam yang dimiliki provinsi ini. Potensi alam di bidang pertanian, perkebunan, pertenakan, dan kehutanan juga merupakan aset berharga bagi provinsi ini. Kekayaan alam bawah laut mendominasi potensi yang ada di wilayah ini, baik kekayaan jenis ikan, terumbu karang, mutiara, maupun rumput laut. Kekayaan tersebut juga merupakan daya tarik bagi para wisatawan.

Suku bangsa yang mendiami wilayah Papua Barat sangat beragam. Suku-suku bangsa tersebut menyebar di beberapa kabupaten. Beberapa suku bangsa tersebut adalah suku bangsa Arfajm Doteri, dan suku bangsa Biak. Suku-suku bangsa tersebut memiliki kekayaan budaya berupa arsitektur, pakaian tradisional, senjata tradisional, dan makanan khas.Tidak ketinggalan peninggalan sejarah seperti peninggalan Perang Dunia II dan goa pertahanan di Kecamatan Kokas, Monumen Misionaris di Manokwari, peninggalan tapak tangan, serta situs-situs sejarah melengkapi provinsi ini. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang Papua Barat, berselancar-lah dengan Selayang Pandang Papua Barat.

Selayang Pandang Maluku Utara

No.Klasifikasi : 959.87.1
Penulis : Ir. Nugroho Yuananto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0455-3

Wilayah Provinsi Maluku Utara terdiri atas 397 buah pulau, baik besar maupun kecil. Dari jumlah ini hanya 64 buah pulau yang dihuni, sedangkan 333 pulau lainnya merupakan pulau kosong yang tidak berpenghuni. Pulau yang tergolong besar adalah Pulau Halmahera. Pulau yang berukuran sedang yaitu Pulau Obi, Taliabu, Bacan, dan Morotai. Pulau-pulau yang tergolong kecil antara lain Pulau Ternate, Makian, Kayoa, dan Gebe.

Provinsi Maluku Utara memiliki banyak sekali benda peninggalan sejarah. Pada masa Perang Dunia II Pulau Morotai merupakan pangkalan utama militer Jepang. Pulau ini digunakan Jepang sebagai basis penyusunan strategi penyerangan pasukan Sekutu di wilayah Pasifik. Peninggalan sejarah Perang Dunia II di daerah ini berupa senjata, tank, meriam, pistol, bahkan rangka pesawat udara dan mobil perang bekas.

Salah satu fauna endemik Maluku Utara adalah burung bidadari (Semiopterawallaii). Burung ini termasuk spesies burung cenderawasih yang terdapat di Papua. Burung ini memilii bentuk dan warna bulu yang sangat indah. Burung jantannya memiliki mahkota halus berwarna lembahyung bunga bungur dan perisai dada berwarna hijau zamrud. Sebaliknya, burung betina tidak memiliki mahkota. Fauna ini hanyalah segelintir kemenarikan tentang Maluku Utara. Dunia flora, seni budaya, keragaman suku, dan sejarah masa lalu merupakan hal menarik untuk diketahui.

Selayang Pandang Sulawesi Barat

No.Klasifikasi : 959.86.1
Penulis : Ir. Nugroho Yuananto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2009
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0563-5

Provinsi Sulawesi Barat identik dengan suku bangsa Mandar. Suku bangsa Mandar identik dengan laut dan perahu Sandeq. Melaut bagi orang Mandar merupakan penyatuan diri dengan laut. Bahkan, ada yang menilai bahwa leluhur orang Mandarlah yang ulung melaut. Bukan orang Bugis seperti pendapat kebanyakan orang.

Laut bagi orang Mandar adalah perkarangan di depan rumah, sama seperti sawah bagi petani. Laut dengan kedalaman antara 100 dan 2000 meter serta garis pantai sepanjang kurang lebih 590 km, ada di depan mata mereka. Tanah mereka kurang subur untuk pertanian sehingga lautlah yang menjadi sumber penghidupan mereka. Suku bangsa Mandar merupakan satu-satunya suku bangsa bahari di Nusantara yang berhadapan langsung dengan laut dalam, tanpa ada pulau yang bergugas.

Secara adat dan budaya, Mamasa mirip dengan Tana Toraja sehingga suku bangsa Mamasa disebut suku bangsa Toraja Barat. Kemiripan ini dikarenakan Mamasa berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, terdapat perbedaan kebudayaan antara masyarakat di Lembah Mamasa dan di Tana Toraja. Rumah adat Mamasa memiliki atap kayu yang berat dan dengan bentuk yang tidak terlalu melengkung. Rumah adat Toraja memiliki atap kayu dengan bentuk seperti huruf 'U'.

Itulah beberapa kekhasan yang dimiliki Provinsi Sulawesi Barat. Provinsi ini tentu memiliki kekhasan-kekhasan lainnya. Apa sajakah kekhasan-kekhasannya? Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang Provinsi Sulawesi Barat, simaklah buku Selayang Pandang Provinsi Sulawesi Barat ini.

Selayang Pandang Sulawesi Selatan

No.Klasifikasi : 959.81.2
Penulis : Iswanto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0110-1


Sulawesi Selatan, sebuah provinsi yang berada di jazirah selatan Pulau  Sulawesi ini, memegang peranan penting. Utamanya sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur. Lalu lintas perdagangan dari kawasan barat Indonesia ke kawasan timur melalui provinsi ini. Di sisi lain, dalam konteks pembangunan Sulawesi Selatan merupakan pusat pertumbuhan bagi kawasan sekitarnya. Diharapkan dari daerah ini, mampu mendorong daerah sekitarnya untuk maju berkembang. Sulawesi Selatan memiliki banyak sisi menarik untuk kita ungkap dan pelajari. Apa sajakah itu? Buki ini, Selayang Pandang Sulawesi Selatan disusun sebagai upaya menelusuri dan mengupas profil Sulawesi Selatan. Buku ini mengangkat beragam informasi, di antaranya seperti situasi geografis, identitas daerah, latar belakang sejarah, sumber daya manusia, sampai ke hasil-hasil kebudayaannya. Informasi di dalamnya semakin lengkap dan menarik dengan adanya gambar-gambar yang representatif.
Sangat penting kiranya bagi kita untuk mengenali daerah kita masing-masing. Ini merupakan langkah awal membangun kesadaran untuk mencintai  danmembangun daerah. Coba ingat-ingat kembali, berapa banyak file informasi tentang Sulawesi Selatan yang sudah terekam dalam memori kita? Sudah cukup banyaklah? Oleh karena itu, marilah kita perluas informasi, kita tambah wawasan mengenai segala hal yang menjadi identitas Provinsi Sulawesi Selatan.

Selayang Pandang Maluku

No.Klasifikasi : 959.87
Penulis : Ir. Nugroho Yuananto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0449-2

Masyarakat Maluku mempunyai tradisi unik yang disebut dengan naik kepala masjid. Ini merupakan tradsisi yang sudah tua yang diselenggarakan masyarakat di Desa Batumerah, Kota Ambon. Di manakah letak keunikan tradisi tua ini? Tradisi naik kepala masjid merupakan upacara untuk menaikkan kepala masjid tidak hanya dilakukan para penduduk yang beragama muslim, tetapi juga saudara suku mereka yang nonmuslim. Upacara ini diikuti penduduk dari negeri Passo, Ema, dan Hative Besar yang penduduknya beragama Kristen. Tanpa mengenal perbedaan keyakinan, mereka bahu-membahu menaikkan kepala masjid dalam upacara tersebut.

Apa pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa sosial ini? Ya... sebuah kerukunan antarwarga masyarakat Maluku. Sebuah pelajaran berharga yang patut direnungkan dan menjadi sebuah contoh keteladanan, apalagi mengingat kondisi kemasyarakatan bangsa Indonesia yang tengah diuji dengan berbagai banyaknya konflik horisontal, antarrelemen masyarakat. Kita harus prihatin dengan kondisi ini dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa harus kembali dibangkitkan.

Ilustrasi di atas merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat di Provinsi Maluku. Ada banyak sekali potensi dan karakteristik provinsi yang berada di jazirah timur Indonesia ini. Apa sajakah itu? Nah, berbagai hal menarik tentang Maluku dapat disimak dalam buku ini, "Selayang Pandang Maluku". Selamat membaca....


Selayang Pandang Gorontalo

No.Klasifikasi : 959.81.2
Penulis : Ir. Nugroho Yuananto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2009
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0547-5

Tumbilo tohe, pateya tohe... ta mohile jakati lo popatti....
Kalimat ini sering dilantunkan oleh anak-anak Provinsi Gorontalo pada saat acara Tumbilotohe. Tumbilotohe adalah acara menyalakan lampu yang dilaksanakan secara rutin pada saat menjelang berakhirnya bulan Ramadhan. Tumbilotohe biasanya dilaksanakan menjelang Maghrib hingga pagi hari selama tiga malam terakhir menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini dilaksanakan sebagai tanda akan berakhirnya bulan Ramadhan. Pada zaman dahulu, sumber penerangan pada acara tersebut adalah getah pohon damar. Oleh karena berkurangnya damar, sumber penerangannya diganti dengan minyak kelapa atau minyak tanah. Seiring dengan perkembangan zaman, sebagian warga mengganti penerangannya dengan lampu pijar berwarna-warni dari lampu listrik. Akan tetapi, masih banyak warga yang menggunakan lampu minyak yang dibuat dari botol bekas minuman. Lampu-lampu tersebut jumlahnya ribuan dan diletakkan di atas tanah, disusun berjajar. Pada saat semua lampu menyala, suasana menjadi sangat meriah.

Tumbilotohe dilakukan masyarakat Provinsi Gorontalo secara serentak. Ribuan orang keluar rumah untuk memeriahkan acara tersebut. Oleh karena acara ini hampir dilaksanakan di semua pelosok daerah, maka pada malam-malam itu suasana terasa gegap gempita.

Tumbilotohe merupakan salah satu kreasi budaya khas Provinsi Gorontalo. Masih banyak kekhasan lain dari provinsi ini. Apa sajakah kekhasan provinsi ini? Untuk mengetahuinya simakla buku Selayang Pandang Provinsi Gorontalo ini. Buku ini menyajikan gambaran ringkas tentang potensi alam, suku bangsa, budaya, sejarah, dan peninggalan-peninggalannya.


Selayang Pandang Sulawesi Tengah

No.Klasifikasi : 959.86.1
Penulis : Nurul Hidayah
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0453-9

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang wilayahnya dilalui garis khatulistiwa. Eboni dan burung maleo sebagai identitas flora dan faunanya. Bentangan pegunungan dan dataran tinggi mendominasi permukaan tanah di Provinsi Sulawesi Tengah ini. Salah satu kenampakan alam yang menjadi kebanggaan provinsi ini adalah Danau Poso, danau ketiga terbesar di Indonesia.

Provinsi Sulawesi Tengah kaya akan potensi alam baik berupa tanah dan kandungan mineral yang terpendam di dalamnya, air dan segala isinya, serta flora dan fauna yang beraneka ragam. Tidak hanya kekayaan alam, kekayaan budaya juga melengkapi keberadaan provinsi ini. Dua belassuku bangsa yang mendiami  Provinsi Sulawesi Tengah  memiliki kekhasan dalam bahasa, arsitektur, pakaian, tarian, upacara, dan makanan. Selain itu terdapat pula peninggalan sejarah berupa makam Raja Mandapar, Keraton Raja Banggai, Gua Pamona, Museum Negeri Palu, dan beberapa peninggalan yang lain di Provinsi ini. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Sulawesi Tengah? Berkelanalah dengan Selayang Pandang Sulawesi Tengah.

Selayang Pandang Sulawesi Tenggara

No.Klasifikasi : 959.86.2
Penulis : M. Purwati
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0452-2

Sulawesi Tenggara adalah salah satu dari enam provinsi di Pulau Sulawesi. Provinsi ini terkenal dengan anoa karena jenis fauna ini terdapat di Sulawesi Tenggara. Selain itu, nama anggrek serat juga lekat dengan Provinsi Sulawesi Tenggara karena tumbuhan ini tumbuh alami di daerah ini.

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki keadaan alam yang bergelombang, berbukti-bukit, dan pegunungan. Di jazirah Tenggara  Pulau Sulawesi membentang dua pegunungan yang membelah wilayah ini, yaitu Pegunungan Tangkelemboke dan Pegunungan Mengkoka. Berbagai kekayaan baik flora dan fauna maupun bahan tambang juga dimiliki oleh provinsi ini.

Suku Tolaki dan Suku Buton adalah suku yang mendiami provinsi ini. Suku-suku tersebut memiliki kekayaan budaya berupa bahasa, arsitektur, pakaian, tarian, alat musik, lagu daerah, seni kerajinan rakyat, upacara tradisional, senjata tradsional, dan makanan khas. Tidak ketinggalan peninggalan sejarah seperti makam Sultan Murhum, Batu Wolio, Benteng Keraton Wolio, dan beberapa peninggalan yang lain melengkapi provinsi ini.

Jika ingin mengetahui mutiara yang terpendam di Sulawesi Tenggara, galilah di Selayang Pandang Sulawesi Tenggara ini.













Selayang Pandang Sulawesi Utara

No.Klasifikasi : 959.86.1
Penulis : Ir. Nugroho Yuananto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0457-7

Yaki, mungkin anda masih asing dengan kata tersebut. Yaki adalah salah satu fauna endemik Sulawesi Utara. Yaki termasuk dalam golongan monyet. Di Sulawesi Utara dikenal dengan monyet berjambul. Sesuai dengan namanya, yaki memiliki kepala hitam berjambul. Mukanya tidak berambut dan moncong lebih menonjol. Berat tubuhnya 15 kg, panjang tubuh sekitar 44,5 cm sampai 60 cm. Yaki mempunyai nama latin Macaca nigra.

Yaki hanya salah satu kekayaan dan keunikan Provinsi Sulawesi Utara. Potensi lain daerah ini sangat luar biasa. Penduduk Sulawesi Utara sangatlah beragam. Penduduk asli dan penduduk pendatang hidup berdampingan dengan damai. Penduduk asli terdiri atas beberapa suku. Tiap-tiap suku memiliki kekhasan budaya sendiri-sendiri.

Sejak dulu kala Sulawesi Utara memiliki kebudayaan tinggi. Terbukti di daerah tersebut ditemukan banyak berbagai macam peninggalan sejarah. Salah satu peninggalan sejarah menarik adalah Waruga. Waruga adalah kuburan batu berukuran lebar 50 cm hingga satu meter, panjang 50 cm hingga satu meter. Balok batu tersebut berongga dan di dalam itulah orang-orang kuno Minahasa dikuburkan.

Selayang Pandang Kalimantan Timur

No.Klasifikasi : 959.84.1
Penulis : M. Purwati
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2009
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0546-8

Masyarakat setempat menyebut Provinsi Kalimantan Timur sebagai "Benda Etam". Istilah tersebut dalam bahasa Kutai artinya kampong kita. Provinsi Klaimantan Timur memilih anggrek hitam dan pesut mahakam sebagai identitas flora dan faunanya.

Kenampakan alam Provinsi Kalimantan Timur sebagian berupa gunung. Puncak tertinggi adalah Gunung Makita di Kabupaten Malinau. Selain itu, keberadaan Sungai Mahakam mengambil peranan penting. Sungai ini berperan sebagai sumber air, potensi perikanan , dan sarana transportasi. Disamping itu, terdapat pula tiga  danau yang terluas dan sangat penting artinya bagi habitat pesut. Danau-danau tersebut adalah Danau Jempang, Semayang, dan Melintang. Tidak lupa potensi alam di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan kehutanan merupakan aset berharga bagi provinsi ini.

Suku bangsa yang mendiami wilayah Kalimantan Timur terbagi dalam dua kelompok suku bangsa, yaitu kelompok suku bangsa Dayak dan kelompok suku bangsa Melayu. Kedua kelompok suku bangsa tersebut memiliki kekayaan budaya berupa arsitektur pakaian, tarian, alat musik, lagu daerah, seni kerajinan rakyat upacara tradisional, senjata tradisional, dan makanan khas. Tidak ketinggalanpeninggalan sejarah seperti Prasasti Yupa, Gua Kombeng, Masjid tua Shirathal Mustaqiem, Kelenteng Thian Gie Hong, Museum Mulawarman, dan peninggalan yang lain melengkapi provinsi ini.

Jika ingin tahu lebih kanjut tentang Kalimantan Timur, nikmatilah Selayang Pandang Kalimantan Timur.

Selayang Pandang Kalimantan Selatan

No.Klasifikasi : 959.84.1
Penulis : Tammi Prastowo
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0450-8

Awal tahun 2008 diwarnai dengan sebuah berita mengejutkan dari Martapura, Kalimantan Selatan. Sebuah intan dengan ukuran 197 karat ditemukan di sana. Intan berwarna kecoklatan itu dinamai Putri Malu. Penemuan intan ini mengingatkan orang akan kejadian pada tahun 1965. Waktu itu ditemukan intan berukuran 167 karat dengan warna putih di kota yang sama.

Intan merupakan salah satu bahan tambang terkenal yang di kandung bumi Kalimantan Selatan. Selain intan, Provinsi Kalimantan Selatan memiliki banyak kekayaan alam yang lain. Ada bahan tambang, seperti: batubara, pasir besi, dan minyak bumi. Ada pula Sungai Barito yang merupakan sungai terbesar dan terpanjang. Panjang sungai ini mencapai 900 km dengan kedalaman rata-rata 8 m. Selain untuk keperluan irigasi pertanian, Sungai Barito juga berfungsi sebagai sarana transportasi.

Yang tidak kalah menarik adalah kehidupan Suku Banjar dan Suku Dayak. Kedua suku bangsa ini hidup rukun sejak zaman dahulu kala. Terjadilah perpaduan antara kebudayaan Banjar dengan kebudayaan Dayak. Demikianlah sebagian kekayaan alam dan budaya Provinsi Kalimantan Selatan. Paparan tentang aneka potensi tersebut di sajikan lebih lengkap dalam buku ini. Dengan membaca buku Selayang Pandang Provinsi Kalimantan Selatan, wawasan  pembaca tentang Kalimantan Selatan niscaya semakin luas.

Selayang Pandang Kalimantan Tengah

No.Klasifikasi : 959.84.2
Penulis : Ir. Nugroho Yuananto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0110-1

Orang Dayak asli di Kalimantan Tengah mempunyai rumah yang besar dan tinggi disebut betang. Di Kalimantan Timur rumah seperti ini disebut lamin. Panjang betang rata-rata 130 sampai 150 meter, lebarnya berkisar 10 sampai 30 meter. Rumah tersebut termasuk rumah panggung dengan ketinggian 2 sampai 4 meter dari permukaan tanah. Dengan ukuran itu, betang dapat memuat 100 sampai 200 jiwa sehingga dapat menampung seluruh sanak keluarga.

Kalimantan Tengah merupakan provinsi yang memiliki banyak sungai. keanehannya, semua sungai tersebut mengalir ke Laut Jawa. Di antara sekian banyak sungai, Sungai Barito merupakan sungai terbesar dan terpanjang. Panjang sungai ini mencapai 900 km dengan kedalaman rata-rata 8 m. Selain untuk keperluan irigasi pertanian, Sungai Barito juga berfungsi sebagai sarana transportasi. Sungai Barito bisa dilayari sampai 700 km ke daerah pedalaman.

Penduduk Kalimantan Tengah terdiri atas beberapa suku bangsa. Semua suku bangsa hidup berdampingan rukun dan damai. Suku bangsa asli Kalimantan Tengah adalah suku Dayak. Suku Dayak ini masih terbagi atas berbagai suku-suku kecil yang jumlahnya sangat banyak. Suku yang paling dominan tinggal di Kalimantan Tengah adalah suku Banjar. Banyaknya populasi suku Banjar tidak lepas dari sejarah panjang provinsi ini. Keberagaman penduduk yang tinggal membawa Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan seni budaya. Hal ini merupakan salah satu daya tarik Provinsi Kalimantan Tengah.

Selayang Pandang Kalimantan Barat

No.Klasifikasi : 959.84.1
Penulis : Iswanto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0447-8

Pernahkah kamu berkunjung ke Kalimantan Barat? Ada banyak keunikan yang dimiliki Provinsi Kalimantan Barat, di antaranya provinsi ini dilintasi garis Khatulistiwa yang tepat melewati Kota Pontianak. Kemudian, Kalimantan Barat memiliki sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Tahukah kamu bahwa sungai ini mempunyai peranan penting bagi kehidupan masyarakat di sana? Apa sajakah itu? Selain itu, ada banyak lagi sisi menarik dari Kalimantan Barat. Oleh karena itu, berkunjunglah ke Kalimantan Barat.

Bagi kamu yang belum bisa berkunjung ke Kalimantan Barat, tidak perlu berkecil hati. Apalagi sedih, nggak usah dech! Untuk mengobati kegalauan hati kamu, coba bacalah buku Selayang Pandang Kaliantan Barat ini. Buku ini spesial membahas profil Provinsi Kalimantan Barat secara lebih komprehensif. Kok bisa begitu ya? Buku ini menceritakan karakteristik Kalimantan Barat secara geografis, identitas daerah, lingkungan biofisik, sumber daya manusia, maupun sejarahnya. Cukup komplet, bukan? Dengan membaca buku ini kamu seakan-akan diajak berkelana ke Kalimantan Barat. Diajak menelusuri  dan mengenali  profil provinsi ini. Asyiknya lagi, buku ini juga mencantumkan gambar-gambar yang memudahkan kamu dalam memahami isinya. Nah, tunggu apalagi. Buruan dapatkan buku ini.

Selayang Pandang Nusa Tenggara Timur

No.Klasifikasi : 959.85.1
Penulis : Gandes Cukat Permaty, S.Pd
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0451-5

Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan dengan empat pulau besar, yaitu Pulau Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Provinsi ini terkenal dengan komodo sebagai satwa endemik. Selain itu, nama cendana juga lekat dengan provinsi ini karena daerah ini merupakan tempat tumbuhnya tanaman cendana secara alami.

Potensi khas Nusa Tenggara Timur yang tidak dimiliki oleh provinsi lain adalah daerah padang rumput luas (sabana). Padang rumput itu berpotensi besar untuk pengembangan usaha peternakan. Berbagai kekayaan flora dan fauna juga dimiliki oleh provinsi ini.

Suku bangsa Sumba dan suku bangsa Sawu adalah sebagian suku yang mendiami provinsi ini. Suku-suku tersebut memiliki kekayaan budaya berupa bahasa, arsitektur, pakaian, tarian, alat musik, lagu daerah, seni kerajinan rakyat, upacara tradisional, senjata tradisional, dan makanan khas. Tidak ketinggalan peninggalan sejarah seperti rumah pengasingan Bung Karno, Monumen Veteran Australia, dan beberapa peninggalan yang lain melengkapi provinsi ini.

Jika ingin tahu lebih lanjut tentang Nusa Tengara Timur, berselancarlah di Selayang Pandang Nusa Tenggara Timur.

Selayang Pandang Nusa Tenggara Barat

No.Klasifikasi : 959.85.1
Penulis : Erna Dwi P., S.Pd.
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0454-6

Nusa Tenggara Barat memiliki dua pulau besar, yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pulau Lombok jika dilihat dari atas bentuknya menyerupai sebuah topi, sedangkan Pulau Sumbawa bentuknya mirip serangga raksasa.

Provinsi Nusa Tenggara Barat terkenal karena beberapa kekhasan yang dimilikinya. Provinsi ini memilih ajan kelicung sebagai identitas flora dan rusa timor sebagai identitas fauna. Selain itu, di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga terdapat Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat tidak hanya di bidang pertanian saja, tetapi juga di bidang perkebunan, pertambangan, dan kehutanan. Kuda Sumbawa telah mampu mengangkat nama provinsi ini karena kuda sumbawa menghasilkan susu yang berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit.

Suka Sasak, Sumbawa, dan Bima adalah suku-suku yang berdiam di provinsi ini. Suku-suku tersebut memiliki kekayaan budaya berupa arsitektur, pakaian, tarian, alat musik, lagu daerah, seni kerajinan rakyat, upacara tradisional, senjata tradisional, dan makanan khas, Tidak ketinggalan peninggalan sejarah seperti Pura Lingsar, Pura Suranadi, Pura Batu Bolong, Masjid kuno Bayan Beleg, dan beberapa peninggalan yang lain melengkapi provinsi ini.

Jika ingin tahu lebih lanjut tentang Nusa Tenggara Barat, berlayarlah bersama Selayang Pandang Nusa Tenggara Barat

Selayang Pandang Bali

No.Klasifikasi : 959.85.1
Penulis : M. Purwati
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0103-3

Sebutan Pulau Dewata sangat lekat dengan Pulau Bali. Indahnya Pulau Bali seakan menjadi surga bagi para wisatawan. Suasana religius telah menjadi tulang sumsum warga Pulau Bali. Kekayaan alam dan kebudayaan yang dimiliki oleh Provinsi Bali seolah-olah tidak ada yang menandingi.

Kalau Anda belum pernah ke Provinsi Bali, jangan berkecil hati. Berpetualanglah dengan Selayang Pandang Bali. Anda akan berkeliling ke seluruh wilayah Provinsi Bali. Anda juga akan mengenal suku bangsa dan kebudayaan yang terdapat di Provinsi Bali. Anda dapat belajar tentang arsitektur, pakaian, kesenian, upacara tradisional, senjata, dan makanan khas daerah ini.

Selain itu, Anda juga dapat berkunjung ke tempat-tempat peninggalan bersejarah, seperti Kerta Gosa dan Brahmavihara-Arama. Gambar-gambar yang ditampilkan akan memberi kesan tersendiri. Akhirnya, berpetualanglah ke Provinsi Bali hanya dalam beberapa menit.

Selayang Pandang Jawa Timur

No.Klasifikasi : 959.82
Penulis : M. Purwati
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0085-2

Jawa Timur adalah satu provinsi yang terdapat di Pulau Jawa. Provinsi ini dikenal sebagai daerah yang paling kaya dengan gejolak. Melalui berbagai peristiwa yang dialami, Jawa Timur dengan Surabaya sebagai ibu kotanya disebut kota Pahlawan.

Pulau Madura merupakan pulau terbesar yang dimiliki Jawa Timur. Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di provinsi ini. Provinsi Jawa Timur kaya akan bahan tambang dan galian yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Suku yang mendiami Provinsi Jawa Timur adalah suku Jawa, Madura, dan Osing. Suku-suku tersebut kaya akan budaya berupa bahasa daerah, arsitektur bangunan, pakaian, kesenian, upacara, senjata, serta makanan, dan minuman tradisional.

Jawa Timur pernah menjadi pusat kerajaan-kerajaan besar di Indonesia. Oleh sebab itu, Jawa Timur kaya akan peninggalan sejarah berupa prasasti, arca, candi, makan dan seni bangunan lain.

Mau tahu tentang Jawa Timur lebih lanjut? Berkelanalah dengan Selayang Pandang Jawa Timur. Nah, tunggu apalagi?

Selayang Pandang Daerah Istimewa Yogyakarta

No.Klasifikasi : 959.82.2
Penulis : Kelik Supriyanto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0544-4

Siapa yang tidak kenal Yogyakarta? Kota yang penuh dengan pesona. Kekayaan alam dan budaya membuat Yogyakarta dikenal oleh masyarakat. Yogyakarta memiliki potensi alam yang banyak dan beragam. Flora dan Fauna langka dapat kita temui di Yogyakarta. Pesona Gunung Merapi memikat orang yang melihatnya. Oleh karena itu, tidak heran banyak wisatawan asing maupun domestik berkunjung ke Yogyakarta.

Tidak hanya pesona alam yang memikat, Yogyakarta juga kaya akan kebudayaan. Batik menjadi salah satu bagian budaya Yogyakarta yang begitu indah. Keragaman dan kekayaan budaya Yogyakarta menjadi aset tersendiri bagi Yogyakarta.

Julukan kota pelajar pun melekat pada Yogyakarta. Julukan ini melekat karena Yogyakarta memiliki banyak lembaga pendidikan yang bervariasi. Pelajar yang terdapat di Yogyakarta pun berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Pelajar tersebut ada yang berasal dari Irian, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, ataupun Bali. Semua pelajar berkumpul di Yogyakarta untuk menimba ilmu. Jadi tidak heran jika pesona dan kekayaan Yogyakarta. Buku Selayang Pandang Daerah Istimewa Yogyakarta akan memaparkan seluruh pesona Yogyakarta. Buku ini juga dapat membuka wawasan masyarakat Yogyakarta akan kekayaan daerahnya. Dengan demikian, masyarakat Yogyakarta dapat bangga dan menjaga kelestarian alam serta budaya Yogyakarta.

Selayang Pandang Jawa Tengah



No.Klasifikasi : 959.82.2
Penulis : Giyarto
Penerbit : PT.Intan Pariwara
Tahun Terbit : 2008
Tempat : Klaten
ISBN : 979-28-0075-3

Kalau  ditanya tentang Provinsi Jawa Tengah, apa yang segera terlintas dalam benak kita? Candi Borobudur. Ya, tidak salah apabila candi tersebut segera muncul dalam pikiran kita. Candi Borobudur memang terdapat di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Magelang. Kemasyhurannya pun sudah sampai ke mancanegara.

Apalagi yang dapat menggambarkan provinsi di tengah Pulau Jawa ini? Keraton Surakarta, Gunung Merapi, rumah joglo, wayang kulit, atau mungkin duren petruk juga terngilang di benak kita. Benar juga. itu semua memang ada dan terdapat di Jawa Tengah. Lalu, apakah yang ada di Provinsi Jawa Tengah hanya itu? Tentu saja. Bukan hanya itu saja yang ada di Provinsi Jawa tengah. Provinsi Jawa Tengah meliputi semua yang ada di dalamnya, mulai dari penduduk, budaya, kenampakan alam, pemerintahan, sampai dengan sejarah dan peninggalannya.

Bagaimana cara agar dapt mengenal semua itu? Kita perlu waktu yang tidak sedikit untuk mendapatkan semua informasi tersebut. Mungkin saja kita haris berkeliling ke seluruh pelosok Jawa tengah. Namun, jangan khawatir, ada buku Selayang Pandang Jawa Tengah. Buku ini mengulas seluk-beluk Provinsi Jawa Tengah. Informasinya mampu menjawab keingintahuan tentang provinsi ini. Jadi, cukup dengan membaca buku ini, Jawa Tengah sudah "terbentang" di depan mata kita.