penjelasan gambar Perpustakaan Perguruan Setia Bhakti Kota Tangerang: 299 Agama Khonghucu
Home Tentang Kami Kontak Kami Data Buku Info PMB

Pencarian Buku

Tampilkan postingan dengan label 299 Agama Khonghucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 299 Agama Khonghucu. Tampilkan semua postingan

Bertambah Bijak Setiap Hari Tuhan Sudah Pindah Alamat?

Setelah vakum selama setahun lebih, akhirnya rangkaian buku ketiga "Bertambah Bijak Setiap Hari (BBSH)" hadir ke hadapan sidang pembaca yang budiman, dengan judul, :BBSH: Tuhan Sudah Pindah Alamat?", menyusul buku pertama "BBSH: 8 x 3 = 23!" dan buku kedua "BBSH; 5 matahari".

Seperti halnya buku pertama dan kedua, buku ini terdiri atas artikel-artikel lepas yang berdiri sendiri, namun mempunyai spirit senafas. Jumlahnya 31 artikel, yang bisa dibaca secara acak, masing-masing selama 3-7 menit.

Buku pertama dan kedua menampilkan beberapa tokoh utama seperti, ''Sang Guru Bijak", "Sang Putra Mahkota", "Biru", "Merah", "Kuning" dan beberapa tokoh lain, sedangkan buku ketiga fokus menampilkan "Rubi", "Herma", "Kinung" sebagai tokoh utama, didukung para sahabatnya.

Tema yang diangkat menyangkut aspek kearifan budi, filosofi, kepemimpinan, keteladanan, strategi, persahabatan dan kaitan-kaitannya, disajikan dalam bentuk cerita dan dialog, dibumbui humor serta cinta antara pria dan wanita!

Perihal Kematian Dan Rokh Menurut Iman Dan Pikiran Konfuciani

Kitab ini adalah sebuah karil (karya ilmiah) tentang antakawidya atau palastrawidya (tanatologi), pengetahuan tentang kematian, yang digali dari dua kitab suci sebuah kitab suci Konfuciani: Kitab Perubahan (I- ching), Kitab Catatan Upacara (Li-chi), dan sebuah kitab berlokasya ke-Lama-an: Kitab Tibet Tentang kematian (Bardo Thodol). Kitab yang tersebut pertama menjelaskan apa hidup, apa mati dan membktikan bahwa kedua-keduanya bertautan erat, yang satu tidak dapat terkecualikan dari yang lain. Kitab yang kedua tersebut isbatiah merumuskan kematian dan rokh. Kitab yang ketiga melikiskan pengalaman tentang kematian hingga purnah-janma. Hasil perolehan penggalian itu syahdan dipadukan pada pendapat-pendapat ilmu jiwa, alahut dan filsafat mutakhi, hingga merupakan kesatuan buram Konfuciani. Karena setiap makhluk hayati tanpa kekecualian akan mengalami kematian, penting baginya mengetahui apa kematian itu, sikap kejiwaan apa yang diharus diambil pada saat menghadapinya dan persiapan apa yang harus dikerjakan semasa hidup. Kesemua itulah tujuan hidup ini.

Demi kemurnian bahasa dari jiwa Indonesia, setiap kata jadian asal Barat dalam kitab ini dikembalikan pada kata Indonesia aslinya. Arti kata-kata itu hatta dapat dilihat pada Cakab yang terdapat di akhir kitab ini.

Berjuta laksa terima-kasih penulis pintakan dari: Bapak Hs. Tjhie Tjay Ing, Wanrakin, dan Matakin atas bimbingan, anjuran dalam menyusun kitab ini dan kesediaan beliau-beliau menerbitkannya; pustakawati dan pustakawan Jamiat Leiden, Negeri Belanda, yang dengan sopan-santun dan sabar bantu mencari kitab-kitab yang penulis butuhkan untuk penelitian; para mahaguru Juruan Ke-Madhyanagara-an, Jamiat tersebut, yang dengan suka hati dan rendah hati menyediakan waktu bertukar-pikiran dengan penulis. Beliau-beliau telah mengguyur penulis dengan kebajikan Konfuciani sejati, selama satu bulan pada tahun 1994.

Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan!

Chu Hsi Lestari Tegak Berdiri & Jalan Suci Yang Ditempuh Para Tokoh Sejarah Agama Khonghucu II

Wei De Dong Tian!

Dengan rasa bahagis dan bersyukur kehadiran Tian Yang Maha Esa, pertam-tama kami ucapkan selamat Tahun Baru 2004/2555, Tahun Kera, Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi, semoga segenap cita luhur terkabulkan.

Untuk SGSK 27/2004 ini kami siapkan untuk para pembaca dua tulisan yakni : Chu Hsi Lestari Tegak Berdiri oleh Prof.Dr.Lee T. Oei yang tidak pernah absen senantiasa memberikan Dharma Subhi-nya untuk SGSK kita. Untuk kali ini diungkapkan betapa perjalanan pasang surut pengaruh ajaran Chu Hsi dari abad ke abad dan sampai kini masih mampu menunjukkan eksistensinya untuk memasuki milenium ketiga ini. Tulisan yang kedua kami lanjutkan hasil terjemah dan saduiran dari Confucius Ethics - THE PATH THEY HAVE TROD atau Jalan Suci Yang Ditempuh Para Toko Sejarah Agama Khonghucu II oleh Js. Tjiong Giok Hwa. Dalam tulisan ini diungkapkan perjalanan para tokoh sejarah Agama Khonghucu lebih dari dua puluh orang. Seperti; Yao, Shun, Yu, Shang Tang, Zhou Gong, tokoh-tokoh NeoConfucianism sampai kepada tokoh-tokoh dari Korea : Yi Togye, Yi Yulgok, dan tokoh pemikir Jepang : Nakae Toju dari Yamazaki Ansai; juga tokoh-tokoh terkenal seperti : Zhuge Liang, Du Fu, Han Yu, Fan Zhongyan, Bao Gong, Lin Ziang Ru sampai Sun YatSen. Karena itu terbitan kali ini cukup tebal lebih dari 160 halaman Somga boleh menjadi bahan bacaan yang bermakna dan menarik.

Kepada kedua penyumbang makalah ini disampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Demikian pula kepada BP.MAKIN, KAKIN, SAKIN atau Tempat-Tempat Ibadah Agama Khonghucu yang lain telah berkenan menyambut dan mengedarkan SGSK kita ini.

Tahun yang lalu 2003/2554, disamping perayaan Tahun Baru Imlek tingkat nasional juga diselenggarakan perayaan Hari Lahir Nabi Khonghucu tingkat nasional di Jakarta pada tangggal 14 Oktober 2003. Kita bergembira dan berbesar hati untuk semuanya itu, tetapi perjuangan kita masih jauh dan marilah bersama kita bahu membahu bergotong-royong untuk mendukung perjuangan BP.MATAKIN sehingga Agama Khonghucu benar-benar boleh menjadi suatu rahmat bagi umat maupun bagi pembangunan nasional. Khususnya di dalam mensukseskan perayaan Tahun Baru Imlek 2555 diokal maupun ditingkat nasional. Juga Tahun 2004 ini semoga Pemilihan Umum yang diselenggarakan ditanah air kita dapat berhasil dan berlangsung dengan aman.

Semoga Tian Yang Maha Esa berkenan merahmati dan membimbing.
Shan Zai!

Jalan Suci Yang Ditempuh Para Tokoh Sejarah Agama Khonghucu I

"Jalan Suci Yang di tempuh Para Tokoh Sejarah Agama Khonghucu I" ini diterjemahkan dan disadur dari Confucius Ethics yang diterbitkan oleh Educational Publications Pte Ltd, Curriculum Development institute of Singapore oleh Ks. Tjiong Giok Hwa, mantan Kepala Sekolah S.M.P Tripusaka dan Direktur Pendidikan Yayasan Pendidikan Tripusaka Surakarta. Yayasan Pendidikan Tripusaka adalah Yayasan Pendidikan yang mengemban amanah Majelis Agama Khonghucu Indonesia Surakarta.

Diterbitkannya buku ini dimaksudkan untuk menyambut peringatan hari lahirNabi Khonghucu yang ke 2550 tahun dan memberi panduan penyelenggaran kebaktian-kebaktian Agama Khonghucu untuk kanak-kanak dan remaja berupa materi bimbingan dan suritauladan yang boleh membantu pembentukan watak yang baik sesuai ajaran iman. etika dan moral yang berlandaskan Agama Khonghucu.

Karena itu, di samping kisah perjalanan para tokoh sepanjang sejarah perkembangan Agama Khonghucu juga diberikan ayat-ayat yang kiranya dapat dijadikan dasar uraian yang mendukung.

Karena buku ini dimaksudkan untuk memandu kebaktian-kebaktian Agama Khonghucu untuk anak-anak dan remaja Indonesia, maka suasana yang dibawakan juga mengacu kepada tuntutan jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang memiliki jalan hidup yang berdasarkan atas berazaskan Pancasila, yaitu KeTuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/pewakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan lembaga-lembaga Agama Khonghucu Indonesia, dalam waktu dekat diharapkan dapat pula diterbitkan jilid yang ke dua.

Semoga buku panduan ini dapat dimanfaatkan dan berkenan TIAN Yang Maha Esa merahmati, membimbing, menyertai dan melindungi kita semua.

Siancai.

Menuju Masyarakat Anti Korupsi Perspektif Agama Khonghucu

Wei De Dong Tian,
Menanggapi keadaan negara yang sedang memperihatinkan ini, pemerintah sedang berjuang mengatasi berbagai masalah negatif yang muncul; salah satu tindakan pemerintah adalah memberantas korupsi sampai batas serendah-rendahnya, karena saat ini kegiatan korupsi dipandang sebagai sumber keterpurukan rakyat Indonesia. Matakin merasa ikut perihatin terhadap nasib bangsa, maka ikut berpartisipasi membuat kumpulan Khotbah Agama Khonghucu tentang Penanggulangan Masalah Korupsi.

Buku ini memuat kurang lebih Empat Puluh Judul Khotbah tentang Pandangan Agama Khonghucu terhadap Korupsi, sikap Agama Khonghucu terhadap perbuatan Korupsi dan bagaimana Agama Khonghucu mengantisipasi supaya di negeri ini tidak ada Korupsi.

Khotbah-khotbah ini ditulis oleh para rohaniawan Agama Khonghucu dari daerah di seluruh Indonesia, masing-masing menulis secara terpisah, tanpa saling kontak atau membuat kesepakatan apapun, oleh karena itu banyak judul khotbah yang sama dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Tulisan asli para penulis itu tidak kami ubah isinya kecuali ejaannya saja kami sesuaikan dengan ejaan standard.

Harapan kami buku kumpulan khotbah Agama Khonghucu ini dapat memberi pandangan baru atau pemikiran baru yang positif terhadap penanggulangan masalah korupsi. Dipandang dari hukum negara, tindak korupsi adalah kejahatan yang sangat tidak manusiawi, karena perbuatan seorang koruptor saja bisa menyebabkan jutaan orang mati kelaparan dan rusaknya masa depan generasi muda. Dipandang dari Agama Khonghucu, tindak korupsi adalah dosa besar, dosa kepada Tuhan karena sudah mengkhianati Firman, dosa terhadap manusia karena menyengsarakan mereka.

Pikiran dari para rohaniawan dari berbagai daerah telah saling melengkapi dan menambah luasnya pandangan kita tentang Agama Khonghucu. Kami sangat menghargai prakarsa dari Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia yang menerbitkan kumpulan khotbah ini sebagai buku. Kami juga berterima kasih kepada teman-teman dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta yang telah membantu kami dengan memfasilitasi berbagai sarana yang kami perlukan dalam mengerjakan penebitan ini.

Kepada para rohaniawan penulis khotbah yang sudah menuliskan khotbahnya kami mengucapkan terima kasih, semoga terus rajin menulis dan kepada rohaniawan lainnya masih banyak kesempatan lain tulisannya juga dibukukukan.

Maha Besar Khalik Semesta Alam,
Tian senantiasa melindungi Kebajikan.
Huang Yi Shang Di
Wei Tian You De
Shazai

Hidup Sesudah Mati

Kehidupan manusia tidak hanya berupa kehidupan fisik atau yang bersifat jasmaniah, tetapi juga mempunyai kehidupan non fisik yang bersifat rohaniah, pada saatnya tubuh fisik akan mengalami degenerasi dan tubuh akan musnah,tetapi tubuh non fisik ini akan hidup terus dan akan kembali diharibaan TIAN, Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam buku ini anda akan menemukan makna kehidupan dan sekaligus kemana kehidupan rohaniah manusia setelah meninggal dunia. Anda akan mengetahui bagaimana jalinan komunikasi dunia, "komunikasi" ini adalah melalui berbagai ritual, baik upacara atau sembahyang yang dilakukan pada saat upacara duka dan berkabung serta sembahyang dan upacara-upacara di Hari-hari Raya . Hari Kemuliaan Agama Khonghucu, serta peringatan hari meninggalnya almarhum / almarhumah.

Ajaran Laku Bakti/Xiao kepada manusia tidak hanya pada saat orang tua masih hidup, akan tetapi juga mempunyai manifestasi rasa Cita Berbakti kepada orang tua yang telah tiada.

Dalam Buku yang sangat ringkas ini anda akan menemukan segala perihal kehidupan setelah kematian.

Hidup Bahagia Dalam Jalan Suci TIAN

Pendekatan hati dan pikiran adalah pendekatan yang ditawarkan buku ini dalam memahami dan mempraktekkan ajaran Ru-Khonghucu dalam kehidupan sehari-hari.Pendekatan ini sengaja ditawarkan untuk mengimbangi pendekatan pikiran yang banyak mendominasi bacaan dan diskusi Ru-Khonghucu selama ini.

Dengan pendekatan pikiran semata, ajaran Ru-Khonghucu menjadi suatu objek ilmu pengetahuan yang tidak berhasil mencapai makna terdalam ajaran tersebut bagi kehidupan manusia. Buku ini bukan ditujukan untuk mengungkapkan catatan-catatan sejarah atau sekedar dogma agama, namun menantang pembaca memasuki gerbang pemahaman lebih jauh atas ajaran yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun.
Bagi pembaca yang dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan mengenai tujuan hidup, hakekat kehidupan, penciptaan alam semesta dan manusia, keberadaan manusia di dunia, penderitaan, cobaan dan bencana, ketenangan batin, iman, kebahagiaan dan sebagainya, buku ini menawarkan kawaban melalui perenungan dan langkah praktis.

Bagi pembaca yang ingin memahami lebih jauh mengenai beberapa istilah yang banyak diperdebatkan seperti Tuhan dan Ketuhanan, Kongzi, Confucius, Kong Fu Zi atau Khong Hu Cu seorang Filsuf, orang bijaksana, orang besar, Nabi? Apa Sheng Ren, Sheng Huang, dan Sheng Wang? Apakah ajaran Ru-Khonghucu filsafat, falsafah, kepercayaan, -isme, agama, etika moral? Apa dan bagaimana kelenteng, Shen Ming, dewa, persembahyangan, meditasi? Bagaimana sejarah penanggalan imlek? dan sebagainya, buku ini menantang pembaca untuk mengkaji kembali pemikirannya.

Dengan pendekatan hati dan pikiran, pembaca akan disajikan kajian-kajian sejarah, kitab, aksara, renungan, dan praktek nyata ajaran Ru-Khonghucu dalam kehidupan agar dapat Hidup Bahagia dalam Jalan Suci TIAN.

DI ZI GUI

Hubungan antar manusia yang harmonis selalu didasarkan pada prinsip kebajikan atau budi pekerti luhur. Meskioun sangat beragam, hubungan antar manusia dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar, sebagaimana tertulis dalam kitab Meng Zi: Tentang hubungan kemanusiaan: antara orang tua dan anak ada Kasih; antara pemimpin dan pembant ada Kebenaran; antara suami dan isteri ada pembagian tugas; antara tua dan yang muda ada pengertian tentang kedudukan masing-masing, antara kawan dan sahabat ada sifat Dapat dipercaya. (Meng Zi. III A: 4/8). Hubungan kemanusiaan harus dimulai dari diri sendiri, sebab: "Sesungguhnya pokok dasar dunia itu ada pada negara, pokok dasar negara itu ada pada rumah tangga, dan pokok dasar rumah tangga itu ada pada diri sendiri." (Meng Zi IV A:5). Diri yang terbina menjadi dasar dalam membangun hubungan kemanusiaan. Setiap orang apapun kedudukannya memiliki kewajiban pokok untuk membina diri, seperti ada tertulis; "Dari raja sampai rakyat jelata mempunyai satu kewajiban yang sama, yaitu mengutamakan pembinaan diri sebagai pokok (Da Xue. Bab Utama pasal: 6).

Di Zi Gui (Pedoman Perilaku Siswa) merupakan salah satu model pendidikan budi pekerti yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peradaban Tiongkok. Kendati merupakan peradaban klasik, Di Zi Gui tetap relevan dengan kondisi zaman kapanpun. Sebagai Pedoman Perilaku Siswa, Di Zi Gui berisi nilai-nilai etis yang menjadistandar moralbagi siswa.