|
Kalau ada yang bertanya mengapa saya mengumpulkan tulisan-tulisan Onghokham sebagaimana yang dimuat dalam buku ini, maka jawabnya adalah lantaran sebuah pengalaman ketika menikmati kelezatan "daging masak hong" yang dibuat ibu saya dengan mencontek resepnya dari majalah Selera.
Waktu itu saya baru saja diterima di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UI dan jadi kaget setelah membaca Selera contekan ibu saya. Resep "daging masak hong" itu dimuat sebagai bagian dari wawancara khusus dengan Ong, salah seorang dosen di jurusan Sejarah yang dalam masa-masa orientasi mahasiswa baru oleh para mahasiswa senior namanya sering diceritakan persis legenda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar